di hadapan kopi hitam seorang penyair bekerja menjaga kata agar bisa menjadi sajak
di hadapan kopi hitam yang mengepulkan impian seorang penyair menuliskan sajak-sajak tentang patah hati dan nasib yang pahit
di hadapan kopi hitam seorang penyair memutuskan untuk menyeduh segala kenangan menyeruput seluruh perih dan melepaskan sajak paling gelap
2022
Khanafi lahir di Banyumas, Jawa Tengah. Tulisan-tulisannya berupa puisi, esai, dan cerpen tersiar di media massa lokal dan nasional, daring maupun luring (cetak), serta termuat dalam buku-buku antologi bersama. Sehari-harinya bekerja sebagai editor lepas, penerjemah lepas, dan penjual buku-buku, baik baru maupun lawas. Sekarang tinggal di Srandakan, Bantul, Yogyakarta bersama istri, sembari membuat aneka kerajinan, serta masih terus aktif menulis. Penulis dapat dihubungi melalui alamat posel: afisaja043@gmail.com.