Terjemahan dari bahasa Jawa
BERINGIN GERING
beringin alun-alun telah gering ranting dan dedaunnya sudah pula kering air kolam di bawah beringin itu juga tak lagi bening alir mata airnya seperti cacing melata di tanah gersang sedang tonggeret belum memberi tengara bahwa kemarau telah tiba waktunya : siapa yang bisa memaknai isyarat naga buntung berkalung permata? beringin alun-alun telah gering cabang-cabangnya juga sudah berpatahan tak bisa lagi jadi payung agung ketika para jelata menadah uluran tangan meski bangsal pertemuan selalu tergelar tikar gerbang pendapa juga terbuka lebar tapi siapakah yang hendak datang jika tiang-tiangnya telah condong ke kiri? Diterjemahkan dari geguritan berjudul “Ringin Gering” karya Daladi Ahmad, dimuat di Mekar Sari Kedaulatan Rakyat 23 Juli 2021
KERATAN WAKTU
kuhitung ruas-ruas pada batang tebu yang menggurat garis jejak perjalanan sekerat demi sekerat patahlah sudah dimamahkunyah tajamnya waktu tapi semoga jangan gelagah menjadi sepah kuhitung keratan-keratan waktu sebagai pengingat dan kaca cermin bahwa layaknya musim telah berulang berkali-kali dasa warsa Diterjemahkan dari geguritan berjudul “Tengkeran Wektu” karya Daladi Ahmad, dimuat di Mekar Sari Kedaulatan Rakyat 23 Juli 2021
BINTANG JATUH DI DEPAN RUMAH
ada yang mengetuk pintu saat tengah malam untuk menyampaikan berita ada bintang jatuh di halaman rumah cahayanya terlumat dinginnya malam aku tersentak dan tak percaya, “ini bukan bintang yang kucumbui kemarin malam yang cahayanya seelok permata.” tapi aku tak bisa mengelak itu memang bintang yang selalu aku angankan akan jadi lentera ketika tiba saatnya mata tak lagi dapat melihat dengan terang menjelang pagi kucecar malam yang menyembunyikan rahasia “jika tak kau kembalikan cahaya bintang itu jangan bertanya apakah dosamu ketika pada ubun-ubun kepalamu kutiupkan mantra keramat dari hati paling sakral.” hari masih gelap pagi penghujung malam pun menyerah mengaku salah cahaya permata bintang kembali menyesap ke relung jiwa lalu kudekap bersama kokok ayam kedua : aku menadah berkah hyang maha membungakan hati Diterjemahkan dari geguritan berjudul “Lintang Ceblok neng Ngarep Omah” karya Daladi Ahmad, dimuat di majalah Djaka Lodang Nomor 08, 24 Juli 2021
Daladi Ahmad lahir di Sleman, Yogyakarta dan kini tinggal di Magelang. Selain menulis puisi, ia juga menulis geguritan (puisi bahasa Jawa), cerpen dan cerkak. Sering mengisi musikalisasi puisi (lagu puisi) di acara sastra/budaya.