Puisi-puisi Cina klasik · Terjemahan kreatif Sri Wintala Achmad
BUNGA-BUNGA YANG BERGUGURAN
Li Shang-Yin
Tetamu meninggalkan paviliun yang menjulang Di taman kecil, bebunga mengitari sepanjang jalan yang berkelok, dedaun dan bebunga rebah Menyambut matari yang melesak, melayang naik dari tanah Tak tega aku menyapu dedaun dan bebunga itu Di mataku, musim semi akan bergegas enyah Aku berduka atas kepergiannya, hasrat hati sirna selamanya Tak ada yang tertinggal selain jubah ternoda air mata.
DI PENGINAPAN TERPENCIL WANG CHANGLIN
Chang Jian
Di sini, di tepi danau yang dalam dan jernih, Kau tinggal berkawan awan; Atau bulan yang merangkak lembut melintasi cemara Menjadi karib hatimu yang tulus Kau istirah di naungan atap dalam bayang bunga-bunga Herba yang berembun mengembang di ranjang lumutnya Biarkan aku melupakan dunia. Biarkan aku hinggap, sepertimu Di gunung barat bersama sekawanan foniks dan bangau
Sri Wintala Achmad, pernah studi di Fak. Filsafat UGM Yogyakarta. Menggubah karya sastra dengan bahasa Inggris, Indonesia, dan Jawa. Karya-karya sastranya dipublikasikan di media massa daerah, pusat, dan luar negeri seperti Malaysia dan Australia. Antologi sastra kolektifnya di tingkat nasional dan Asia Tenggara, antara lain: Zamrud Katulistiwa (Taman Budaya Yogyakarta dan Balai Bahasa Yogyakarta, 1997); Sastra Kepulauan (Dewan Kesenian Sulawesi Selatan, 1999); Sauk Seloko (PPN VI Jambi, 1012); Rantau Cinta, Rantau Sejarah (2014); Matahari Cinta Samudra Kata (2016); Sesapa Mesra Selinting Cinta (PPN XI Kudus, 2019). Selain mencipta karya sastra dan menerjemahkan karya sastra Inggris-Indonesia, ia juga menulis buku sejarah, mitos, dan budaya Jawa.