MALAM TEMARAM

ketika malam temaram mendekap rindu
kulirik jarum jam yang sembunyikan luka
berpacu dengan waktu hilangkan noda di dada
bersama rintik tak kunjung reda
membekap gagap sebuah perasaan yang sama
rindu mengayun di ujung daun
sesaat embun beranjak turun
kemarin
Malang, 11 November 2022
BECERMIN PADA PETAKA
meliuk tertekuk di tengah hujan
menjelang malam tak kenal sesiapa
tiris tipis tak tertepis hingga banjir melanda
sang hujan membadai begitu masa bodo
menerpa siapa saja kapan saja
hangat mentari terusir sejak selumbari
mendung termenung seolah sedang bingung
‘kan menyapa surya enggan menyembul muka
seleret kabar melintas sepintas
rasa empati dan simpati terusik jelas
korban gempa mencapai hampir tiga ratus jiwa
begitu tiba-tiba menghentak persada nusantara
seolah Allah sedang murka
petaka dan bencana menghardik insan di bantala
ingatkan akan kesalahan, kekhilafan, dan dosa
jangan jumawa: bukankah kita debu semata
jangan semena-mena atau durhaka
toleh kembali coba lihat tengkuk sendiri
tak perlu gegabah menghakimi
sebab diri sendiri belum tentu punya arti
bahkan mungkin tak tahu diri
sepenggal doa kita panjatkan segera
kiranya Allah berkenan menguatkan mereka
yang sedang terpapar derita malapetaka
Malang, 24 November 2022


Dra. Ninik Sirtufi Rahayu, M.Pd. pensiunan ASN. Nama kunyah Ni Ayu, lahir di Tulungagung, 23 November dan tinggal di Malang, Jawa Timur. Telah memiliki 17 buku solo dan 95 buku antologi. Editor freelance. Sedang mengikuti kelas puisi Asqa Imagional School dan beberapa komunitas menulis. Penulis aktif di media sosial Instagram @niniksirtufirahayu, dengan alamat posel ninik.sirtufi@gmail.com.