BADAI

Diterjemahkan oleh Cecep Syamsul Hari


Mo Fei

BADAI

Pusaran badai dalam hatiku, sulit kulawan,
Sama muskilnya dengan menahan hijau rumput
Tumbuh runcing di musim semi. Ketika maut
Menggiring penyair ke sudut sepi, ia terus bernyanyi

Tubuh liar sunyiku bergetar
Selalu siap membakar. Mustahil kau hentikan
Kesedihan yang datang dari kepedihan
Begitulah takdir membawaku berjalan

Tak mungkin lari dari cahaya matahari
Tak mungkin mengubah batu jadi pupur pipi
Seperti permukaan salju memantulkan kerlip bintang
Begitulah aku mencintaimu

Sumber terjemahan: Chinese Literature 2, Beijing: 1996. Terjemahan Bahasa Indonesia kelima puisi di atas sebelumnya pernah dipublikasikan pada tahun 2002 di sebuah surat kabar yang terbit di Bandung. (csh)

Mo Fei lahir di Beijing pada tahun 1960. Setelah menyelesaikan studinya di Universitas Beijing, ia bekerja sebagai penulis sejarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Theme Mode