100 Tahun yang Malang
100 Tahun yang Malang 100 tahun yang malang aku tinggalkan desa bertapa dalam goa dan hanya kelelawar yang tahu waktunya bila kapan kenangan perang datang memburu diam-diam suara nyaris hilang mungkin dendam yang kuteguhkan 50 tahun lalu ketika 100 pendekar kusayat habis satu demi satu demi percobaan ilmu dan aku memang tak terlalu perkasa usia melumuti kulit-kulit saatnya menyamar menjadi orang biasa untuk membaca desa di mulut orang-orang pasar setelah kutikam prajurit berseragam dengan jurus yang tak terlihat 100 tahun yang malang tinggal sejarah aku menggantung jurus di langit goa (Baubau, 2022)

Joe Hasan, lahir di Ambon pada 22 Februari. Tulisannya pernah dimuat di Rakyat Sultra, Lampung Post, Banjarmasin Post, Bangka Pos, Magrib.id, ideide.id, Kedaulatan Rakyat, Merapi, Minggu Pagi, Ceritanet.com, Sastramedia.com, Haluan, Majalah Edukator, Jurnal Sastra Santarang, dll. Joe dapat dihubungi pada akun Instagram: @joehasan_.