Lewati ke isi utama

Ardhi Ridwansyah

Ardhi Ridwansyah

Bayang-Bayang


Di tengah deru kendara
Bayangmu mendera
Riuh suara menyandera
Ingatan di kepala

Getir petang
Berdentang seiring
Denting waktu yang jalang.
Raba tawa dan tangis
Di antara bayang-bayang.

Sorot lampu jalan
Terangi aspal dibekuk malam
Tetap bayangmu adalah hantu
Di masa-masa kelam;
Kala hampir tewas segala kenang
Kau datang menerjang bara.
Jakarta, 2024

Haus dan Lapar


Ilustrasi Haus dan Lapar karya Ardhi Ridwansyah
Gugur bunga di padang gersang
Tanpa hujan haus dahaga
Tiada danau bibir menganga
Sedang jemarimu telaga di antara parau suara
Segarkan raga tandus nan lara

Kijang-kijang lesu tak mampu berlari
Dari singa bernafsu hati
Santap daging setiap inci
Begitu lapar menerpa, usus menggelepar
Dan mata meronta hampa.

Namun kasih dari bibirmu
Adalah roti bagi lambung pilu
Buat diri tegap melangkah
Tantang waktu berjalan pongah
Jakarta, 2024
Ardhi Ridwansyah kelahiran Jakarta, 4 Juli 1998. Puisinya “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi Banjarbaru’s  Rainy Day Literary Festival 2019. Termasuk 115 karya terbaik dalam Lomba Cipta Puisi Bengkel Deklamasi 2021. Puisinya juga dimuat di media seperti  labrak.co, litera.co.id, kawaca.com, balipolitika.com, galeribukujakarta.com, Majalah Kuntum, Majalah  Elipsis, Radar Cirebon, Radar Malang, koran Minggu Pagi, Harian Bhirawa, Dinamika News, Harian Fajar, koran Pos Bali, Riau Pos,  Suara Merdeka, Radar Madiun, Radar Banyuwangi, Radar Kediri, Nusa Bali, Suara Sarawak (Malaysia), koran Merapi, Pontianak  Post, Harian Waspada, Radar Tuban, Babel Pos, Harian Analisa, Suara NTB, koran Haluan, Media Indonesia, Republika, situs Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF), Banten Raya, dan Bangka Pos. Instagram: @ardhigidaw.
Back To Top
Theme Mode