Kebo Danu Mengamuk
Ketika Mas Karebet ya Jaka Tingkir dinyatakan perlu tersingkir dari Demak Bintara oleh Sultan Trenggana, pikiran Jaka Tingkir berputar laksana kincir. Ia memang merasa belum saatnya tersisihkan. Ia memang merasa belum siap menjadi sederhana. Masih ada kemungkinan manis-manis tercecap. Maka di batinnya segera menyimpan siasat. Kebo Danu yang telah lama dimilikinya. Segenggam tanah yang telah dirapalnya. Disumpalkan ke dalam kuping kerbau kesukaannya. Kebo Danu mengamuk. Tak ada yang mampu membuat tunduk. Hanya Jaka Tingkir yang bisa menangkapnya. Hanya Jaka Tingkir yang bisa dan tahu mengeluarkan tanah dari telinganya. Dan Kebo Danu segera menghentikan amukannya. Dan Jaka tingkir kini dielu-elukan. Jepara, 2023
Kebo Kenanga Menyeberang
Ketika Ki Kebo Kenanga ya Ki Ageng Pengging bertekad menyeberang dari genangan idiologi Demak Bintara, si murid terbaik Syeh Siti Jenar ini dianggap menggejolak. Tangan-tangan Sultan Trenggana, penguasa Demak Bintara refleks bergerak. Tangan-tangan Ki Kebo Kenanga berkecipak mengelak Di tengah malam yang sepi kuping Kebo Kenanga sayup-sayup menangkap suara mengerikan. Jepara, 2023
Mas Karebet

Hanya gara-gara geram terantuk kesombongan. Bahkan terbentur tantangan. Dadung Ngawuk tertikam. Lalu selama-lamanya terdiam. Lalu Mas Karebet tersisihkan. Lalu kelak taktik dijalankan Agar kembali diposisikan Kembali tak tersisihkan Jepara, 2023
Sunardi KS lahir di Mayong, Jepara. Menulis berbagai jenis karya seperti puisi, cerpen, esai, artikel, dan lain-lain. Tulisan-tulisannya sering dimuat di berbagi media cetak. Sering puisi-puisinya diikutkan antologi oleh para temannya di berbagai kota. Buku kumpulan puisi tunggalnya berbahasa Jawa (geguritan) berjudul Wegah Dadi Semar (2012) dari hasil suntingan temannya Asyari Muhammad.