Lewati ke isi utama

Vito Prasetyo

Vito Prasetyo

Aksara Kematian


harus dengan cara apa lagi
untuk menghidupkan cintaku padamu
jikalau hujan telah membasahi sekujur perasaanku
dan gairahku telah kuyup
bermandikan air mata
adalah dingin telah menggumpal
bagai bongkahan batu nisan
dan disitu, hanya tersisa aksara kematian
Malang, 2021

Bunga Kata


Ilustrasi Bunga Kata
Aku tahu, aku bukanlah kawan mimpimu sepanjang masa,
maka biarkanlah aku tetap menjadi puisi buatmu
Aku ingin, bertahan di atas akar sebatang pohon,
agar puisiku menumbuhkan setangkai bunga,
dan bunga itu adalah dirimu
Jika engkau lelah, biarkanlah puisiku membasuh penatmu,
karena hanya itulah sebagian kata yang kumiliki
Bila aku terbelenggu rindu,
jadikanlah doamu dalam bait-bait puisiku,
agar aku terus membaca kedangkalanku
Aku, kamu, atau siapa saja,
adalah kata-kata agar kalimat itu bisa menjadi berarti
Malang – 2020
Potret Vito Prasetyo dari cetakan Karas Nomor 5
Vito Prasetyo dilahirkan di Makassar, 24 Februari 1964. Bertempat tinggal di Kab. Malang. Pernah kuliah di IKIP Makassar. Bergiat di penulisan sastra sejak 1983 dan peminat budaya. Naskah opini dan sastra (cerpen, puisi, esai, resensi), artikel pendidikan & bahasa  telah dimuat media cetak, antara lain Koran Tempo, Harian Media Indonesia (Jakarta), dan Harian Pikiran Rakyat (Bandung). Buku antologi puisi terbaru Lampion Merah Dadu (2022), Memanggil Minyak Goreng (2022), dan Bunga-Bunga Kamboja Berguguran di Pesta (2022).
Back To Top
Theme Mode