Hikayat Rokat Tase’
Setiap bulan keenam atau ketujuh kami setia menggelar ritual warisan sesepuh sebagai bentuk rasa syukur karena telah diberkati hidup dengan debur ombak yang kerap menyalakan nyali Hati kami yang mencintai laut tak pernah surut meski kemelut belum juga beringsut biarkan saja kami menyatu ke dalam laut-Mu. Melalui Rokat Tase’ ini kami larungkan sesaji dengan kepala kambing agar petaka jadi asing Selebihnya kami berharap dalam doa semoga kelestarian selalu terjaga Yogyakarta, 2023 Rokat tase` = Merupakan ritual komunitas nelayan di Madura yang bertujuan untuk keselamatan mereka dari segala musibah dan malapetaka

Agus Widiey, lahir di Sumenep 17 Mei. Alumnus pondok pesantren Nurul Muchlishin, Pakondang, Rubaru, Sumenep. Menulis puisi dengan dwibahasa Indonesia-Madura. Karya-karyanya dimuat di berbagai media, baik lokal maupun nasional. Pernah menang lomba menulis puisi yang diselenggarakan Majelis Sastra Bandung (2021). Saat ini belajar di Yogyakarta. Pos-el: aguswidiey@gmail.com