17 Agustus di Jalan Semangka
pita merah-putih digantungkan di pagar yang catnya mengelupas sejak lebaran lalu anak-anak berlarian membawa plastik berisi air sementara ibumu menghitung sisa beras dan berpikir, apakah perlu ikut lomba juga untuk dapat hadiah sebungkus mie di pengeras suara, panitia menyebut kata “merdeka” sembilan kali dalam lima menit ayahmu diam saja karena tak semua kata cocok dengan suara perutnya lomba makan kerupuk dimulai di depan kios yang kemarin menolak memberi utang bendera dinaikkan dengan tali yang sobek disambung rafia seperti semangat yang terus diperbaiki seadanya seorang bapak memarkir motornya lalu duduk agak lama di warung kopi memandangi anak-anak melompat karung seolah ingin percaya bahwa mereka masih bisa mendahului kekalahan dan kau, yang baru saja tumbuh gigi belum tahu bahwa sorak-sorai itu kadang dipinjam dari suara-suara yang tak sempat bilang apa-apa Bekasi, 2025