Vito Prasetyo

Vito Prasetyo

Cermin-Cermin Kertas


menjelang kasih sayang dibacakan
dari ombak, tempat semesta cinta
ada duka yang belum usai
apakah puisi harus berkemas diri
di urat nadi tradisi, belum tertuntaskan

kita merias diri di ringkih waktu
bukankah zaman hanya sepenggal catatan
tersimpan bisu di rak ingatan
entah dengan cara apa
memisahkan rindu dan gelisah
sebab cinta tak akan pernah sempurna
menari-nari di meja jamuan sajak
beranjak menjajakan tradisi baru
harus dari mana kita membaca riuh ombak di lautan
meski samar, senantiasa mengucapkan rindu di bibir pantai
hanyalah cermin-cermin kertas
yang menyimpan bayangan kita
bahwa manusia terlahir dari rahim perbedaan
dimana cinta terkadang menjelma pada tempayan rindu
melesap dari penjuru mata angin dan cahaya matahari
yang harus kita satukan di sehelai kertas
terbaca: sebuah ikrar!

di jalan ini, hujan seakan menghimpun cemas
menggelar kenangan bersama senja
yang rebah di pangkuan malam
dan bias senja itu, meruncing di pangkal mimpi kita
siang dan malam, silih berganti menyapa lembut
tak ada perbedaan
menuntaskan duka paling nyeri
pada cermin-cermin kertas
hingga mata kita bagai sepasang rindu
yang merupa kasih sayang

Malang, 2023

Kecuali Maujud


jauh, di relung terdalam
bukan pada palung lautan
engkau memaku lafal
tiriskan segala cemas
dan biarkan tanah-tanah ini
menafsirkan jejak sujud, yang tak pernah berbekas

dari penggalan luka,
engkau memahat kata rindu
berjingkat pelan mengitari ingatan
bukankah takdir telah tertulis di sehelai daun
dan kita mengeja kenaifan mata
pada labirin maujud
yang tak pernah letih, sempurnakan kedangkalan kita

Malang, 2023
Potret Vito Prasetyo dari cetakan Karas Nomor 9
Vito Prasetyo, dilahirkan di Makassar, Februari 1964. Bertempat tinggal di Kab. Malang—pernah kuliah di IKIP Makassar. Bergiat dalam penulisan sastra sejak 1983, peminat bahasa & budaya. Naskah opini dan sastra (cerpen, puisi, esai, dan resensi) serta artikel pendidikan & bahasa telah dimuat puluhan media cetak lokal, nasional, dan Malaysia, antara lain Koran Tempo, Media Indonesia (Jakarta), Jawa Pos, Pikiran Rakyat (Bandung), Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta), Republika (Jakarta), Solopos (Surakarta), Majalah Pusat, Suara Merdeka (Semarang), dll. Termaktub dalam puluhan buku antologi, antara lain Apa dan Siapa Penyair Indonesia (2017). Beberapa kali masuk nominasi dan juara, antara lain Juara 3 Lomba Cipta Puisi Grup FB HPI Tahun 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Theme Mode